Thursday, January 8, 2015

Tea Factory


Jogja adalah salah satu rumah saya. Kalau ke Jogja bukan cuma berarti liburan tapi juga pulang. Pulang bagi saya artinya merefresh pikiran atau mencari ide untuk pekerjaan.

Di jogja tentunya banyakkkkk banget tempat yang bisa buat cari ide atau inspirasi. Ada outdoor, ada juga indoor. Tea Factory adalah salah satunya. Wait wait, kalau kamu berfikir ini semacam tur di pabrik teh, mohon maap lahir batin, kamu salah. Tea Factory bisa dibilang warung teh a.k.a tea shop (sodara sepersusuannya warung kopi a.k.a coffee shop).






Letak Tea Factory ada di Jalan Bumijo No. 2. Bisa masuk dari jalan Mangkubumi, atau jalan Diponegoro. Deketlah sama Tugu dan Malioboro.




Tempatnya gak begitu besar, tapi ga kecil banget juga. Bisa duduk di luar atau di dalam. Dua-duanya ada steker (buat yang mau ngedate sama leptop, ini sungguh penting). Wifinya juga lancar jaya. Mbak-mbak sama mas-masnya juga ramah. Bisa bayar pake cash (tentunya) atau kartu debit/kredit dengan minimal 50ribu euro. Gak deng, 50 ribu rupiah. Kalau kamu mau bayar pake KTP, maap banget belum ada mesin geseknya. Jadi, tolong lupakan khayalanmu itu anak muda.




Meski ada 2 TV di dalam ruangan, tapi gak bikin suasananya jadi berisik. Pernah saya 3 hari berturut-turut kesana, saya lihat memang banyak yang asyik masyuk dengan leptopnya. Nyaman buat ngobrol, bikin proposal atau skripsit.

 

Namanya juga Tea Factory, ya most of minuman yang ada di sini ya dasarnya teh. Yang jadi unggulan adalah Taiwan Milk Tea berbagai rasa, boleh pakai topping boleh enggak. Selain itu ada juga oolong tea, green tea, black tea. Ada juga Taiwan Bubble Drink rasa taro, guava, bubble gum, lychee, manggo dan strawberry. 

Makanannya ada nasi goreng, pasta, waffle ice cream, french fries, sampai roti bakar. Harganya, menurut saya bersahabat. dari belasan ribu sampai dua puluhan ribu.

No comments:

Post a Comment

Traffic