Friday, July 24, 2015

Matamata Dukung Konservasi Penyu, Kamu Juga Yuk!

Siapa yang kenal Penyu? Eh, Penyu dan kura-kura itu berbeda loh Kawan Yogya. Kaki pada penyu fungsinya bagaikan sirip untuk membantunya berenang. Struktur kakinya pun bersisik dan tidak memiliki ruas jari seperti kura-kura. Sedangkan kaki kura-kura memiliki ruas dan kuku untuk membantunya makan dan berjalan di darat. Penyu memiliki ukuran lebih besar dibanding kura-kura. Dalam beberapa penemuan, penyu bisa memiliki tempurung sepanjang 2 meter dengan berat 900 kg.



Nah, pada libur lebaran belum lama ini, matamata berkesempatan untuk ikutan acara pelepasan Penyu yang diadakan oleh KP4 - Kelompok Pemuda Peduli Penyu Pandansimo. Acara tersebut berlangsung di Pantai Baru, Bantul, Yogyakarta.

Kelompok Pemuda Peduli Penyu Pandansimo atau yang sering dikenal sebagai KP4 merupakan organisasi pemuda yang menangani penangkaran dan konservasi penyu di dusun Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul. Tujuan dari konservasi ini adalah untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan ekosistem satwa yang dilindungi, terutama penyu. KP4 berdiri di akhir tahun 2010 atas saran dari DKP Bantul. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah no.7 tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa serta Undang –Undang no.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati.


Menurut WWF Indonesia, Penyu Laut adalah spesies ikonik Indonesia dan seharusnya merupakan kebanggaan nasional, karena enam dari tujuh spesies yang ada di dunia dapat ditemukan di Indonesia. Empat di antaranya bahkan bertelur di pantai-pantai di sepanjang perairan Indonesia, yakni Penyu Hijau, Penyu Belimbing, Penyu Sisik, dan Penyu Lekang.

Banyak pengunjung Pantai Baru yang turut berpartisipasi ketika teman-teman KP4 mengumumkan bahwa akan ada pelepasan anak Penyu atau Tukik. ada orang dewasa, ada juga anak-anak. Matamata senang sekali melihat masih banyak yang peduli dengan pelestarian satwa. Dukungan akan gerakan-gerakan pelestarian seperti ini akan membantu anak cucu kita nantinya untuk tetap melihat Penyu secara langsung, bukan hanya dari gambar atau film semata.



Senja menjelang. Sebelum Magrib, acara pelepasan pun dimulai. Setelah terlebih dahulu memberikan penjelasan tentang pelestarian Penyu, kami bersama-sama menuju bibir pantai yang sudah diberi tali pembatas. Tak lupa berdoa, agar 20 tahun lagi Tukik-Tukik itu dapat kembali lagi ke tempat mereka dilepaskan dan bertelur di sini, di Pantai Baru, Bantul.

Seperti kegirangan mencium aroma laut, para Tukik berjalan cepat mendekati laut. Ombakpun seakan menyambut mereka untuk berenang ke dalam lautan.

Kawan Yogya juga bisa loh ikutserta dalam gerakan konservasi Penyu. Klik yuk >> https://kp4ngentakponcosari.wordpress.com/about/ 

salam istimewa,

matamata

No comments:

Post a Comment

Traffic