Wednesday, October 7, 2015

Upacara Grebeg Besar



Halo Kawan Yogya! Kali ini Mata Mata ingin berbagi cerita tentang Upacara Garebeg Besar di Keraton Yogyakarta, sekitar dua minggu lalu.


Garebeg Besar memang diadakan sebagai salah satu bentuk perayaan Idul Adha, salah satu hari besar bagi umat Islam. Mata Mata mengawali pagi itu dengan semangat. Setelah mandi dan tentunya dandan yang cakep, Mata Mata meluncur ke Masjid Kampus UGM untuk menunaikan Sholat Id. Masjid ini merupakan salah satu Masjid favorit Mata Mata di Yogyakarta. Halaman depan yang dihiasi kolam cukup besar dan tanaman-tanaman hijau, membuat Masjid tersebut tampak lebih indah. Ornamen lafal Allah yg ada di area yang sama pun membuat faktor artistik jadi lebih terlihat.

Selesai sholat Id, masih dengan semangat 2015 (semangat 45 is so yesterday.. hihihihi) Mata Mata sowan ke Keraton. Tujuannya? Melihat langsung Garebeg Besar. Apa itu perayaan Garebeg? Dalam bahasa Jawa, kata garebeg, gerbeg atau grebeg, bermakna: suara angin menderu. Sedangkan hanggarebeg, mengandung makna mengiring raja, pembesar atau pengantin garebeg di Kesultanan Yog­yakarta.


Sampai di alun-alun utara, Mata Mata melihat sudah banyak orang berkumpul di depan gerbang Keraton. Ada juga yang sudah duduk rapih di area dalam Keraton. Tanpa membuang waktu Mata Mata bergegas ke loket untuk membeli tiket masuk. Hanya perlu 10ribu rupiah + 2ribu rupiah untuk izin mengambil foto. Di area dalam terlihat beberapa expatriat alias wisatawan mancanegara yang terlihat exited menunggu kirab pasukan keraton.

Yup, upacara akan dimulai dengan kirab pasukan-pasukan Keraton. Terdapat 10 kelompok pasukan Keraton.



Satu hal unik yang Mata Mata tidak sengaja tangkap dari prosesi kirab. Ketika akan melewati gerbang, pemimpin pasukan harus tepat berada di bawah bagiah tengah gapura. Jadi kalau dirasa kurang pas, sebelum melewati gapura, pemimpin pasukan akan meluruskan posisinya terlebih dahulu, kemudian baru deh jalan lagi.


Tidak menunggu sampai rangkaian pasukan selesai berdevile, Gunungan pertama sudah mulai dikeluarkan dari dalam Keraton. Ada lima Gunungan yang akan diperebutkan oleh masyarakat di halaman Masjid Gede masih di lingkungan alun-alun utara. Barang siapa yang berhasil mendapatkan bagian dari gunungan itu, dipercaya akan mendapat berkah.



Bagi yang belum pernah menyaksikan langsung upacara Garebeg, tidak usah kuatir, karena penyelenggaraan upacara gerebeg diadakan tiga kali dalam setahun, yaitu Garebeg Maulud saat Perayaan Maulud Nabi besar Muhammad SAW, Garebeg Syawal berlangsung dihari pertama bulan Syawal, dan Garebeg Besar ketika Perayaan Idul Adha. Nah, tinggal pilihkan mau datang saat momen apa. Semuanya juga boleh, apalagi kalau bersama Mata Mata Yogya.. hehehehe..

Salam Istimewa,
matamata

No comments:

Post a Comment

Traffic